Universitas Narotama Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Hibah Riset Internasional Sumitomo Foundation Japan
15 Juni 2026, 19:10:02 Dilihat: 602x
SURABAYA — Universitas Narotama (UNNAR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan iklim riset di Indonesia. Hal ini terlihat saat universitas papan atas di Surabaya ini terpilih menjadi tuan rumah kunjungan sosialisasi dari salah satu yayasan nirlaba terkemuka asal Jepang, Sumitomo Foundation Japan, pada Selasa (11/6/26).
Kehadiran perwakilan Sumitomo Foundation Japan, Hamaya Kenichi dan Harashima Takashi, disambut langsung oleh jajaran petinggi Universitas Narotama. Tampak hadir Ketua Pembina Yayasan Pawiyatan Gita Patria Ir. H. Eddy Surohadi, S.E., M.H., Rektor Associate Professor Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M., serta Wakil Rektor I Dr. Moh. Saleh, S.H., M.H.
Kunjungan ini menjadi momentum berharga bagi dunia akademik lokal, karena Sumitomo Foundation hadir secara khusus untuk menyosialisasikan program hibah penelitian internasional bergengsi yang ditujukan bagi para peneliti di negara-negara Asia.
Peluang Emas Riset Berdaya Saing Global.
Wakil Rektor I Universitas Narotama, Dr. Moh. Saleh, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kehadiran lembaga internasional seperti Sumitomo Foundation ke kampus Universitas Narotama merupakan sebuah kehormatan dan kesempatan langka yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh para dosen.
"Ini adalah peluang luar biasa bagi para dosen dan peneliti kita untuk mendapatkan informasi tangan pertama mengenai program hibah riset berskala internasional," ujar Dr. Saleh.
Sebagai yayasan nirlaba yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, Sumitomo Foundation menawarkan pendanaan riset dengan nilai maksimal mencapai Rp200 juta per proposal, dengan rata-rata dana hibah yang dikucurkan berada di kisaran Rp70 juta. Program ini berfokus pada pemindahan praktik-praktik terbaik (best practices) dari Jepang di bidang pendidikan, budaya, sosial, ekonomi, hingga tata kelola yang mengedepankan integritas dan transparansi.
Standar Seleksi Ketat dan Independen
Dalam sesi pemaparan, dijelaskan bahwa program hibah ini menerapkan standar kompetisi yang sangat kompetitif dan bersih. Setiap tahunnya, Sumitomo Foundation menerima sekitar 2.000 proposal dari berbagai negara Asia, dengan tingkat kelulusan (taraf seleksi) yang ketat di kisaran 12 persen.
Sumitomo Foundation mengingatkan bahwa proses penilaian dilakukan secara independen oleh para ahli eksternal murni berdasarkan kualitas, objektivitas, dan unsur kebaruan (novelty) dari proposal yang diajukan.
Sesuai dengan prinsip transparansi tinggi yang dipegang teguh oleh Sumitomo Foundation, kehadiran yayasan ini ke universitas murni bertujuan untuk menyebarluaskan informasi secara adil. Kunjungan ini tidak bermaksud membangun kemitraan kelembagaan formal (MoU) ataupun memberikan hak istimewa tertentu dalam proses seleksi. Hal ini justru menegaskan bahwa setiap dosen Universitas Narotama memiliki peluang yang sama bersihnya untuk bersaing di kancah internasional berdasarkan keunggulan riset mereka sendiri.
LPPM Universitas Narotama Siap Dorong Kualitas Proposal Dosen
Pendaftaran untuk program hibah internasional ini dijadwalkan akan mulai dibuka pada September mendatang. Mengingat kriteria yang ketat dan sifatnya yang murni nirlaba demi kemajuan ilmu pengetahuan, Universitas Narotama bergerak cepat melakukan persiapan internal.
Di akhir acara, Dr. Saleh menginstruksikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Narotama untuk segera menindaklanjuti kegiatan ini dengan memberikan pendampingan intensif bagi para dosen.
"Kami mendorong LPPM untuk segera melakukan koordinasi dan sosialisasi internal. Kami ingin memastikan para dosen siap menyusun proposal riset dengan kualitas terbaik dan memenuhi standar global yang diminta. Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kualitas riset akademisi kita mampu bersaing di tingkat internasional," pungkas Dr. Saleh optimis.